Saatini terdapat beberapa industri telah mengerjakan pembuatan tas dan aksesoris dari kulit ular maupun reptile lainnya, seperti buaya dan biawak dari hulu hingga hilir. Proses ini dimulai dari penangkaran ular atau reptil lainnya secara mandiri, bahkan ada beberapa yang langsung berburu di alam.
langkahkeenam : hasil kulit ular yang telah di olah dan siap di jadikan bahan kulit tas. Selanjutnya kulit siap diprosese Finishing dengan memberi warna dan zat kimia untuk memperoleh kulit ular yg siap untuk diolah menjadi berbagai macam produk aksesories. Sumber : Dua badak blogspot.
kaliini ane pengen share tentang "Proses Pembuatan Tas Yang Terbuat Dari Kulit Ular". Langsung simak aja gan Cekibrootz. Bila kita jalan jalan ke Mall atau sebuah Butik bergengsi, sering kita jumpai beberapa koleksi andalan yang harganya sangat mahal, beberapa diantaranya adalah koleksi tas ataupun sabuk juga dompet yang terbuat dari kulit hewan
Home» Lounge » Proses Pembuatan Tas Cantik Dari Ular Piton. Minggu, 20 Juni 2010. 0. Tahukan Anda seperti apa proses sebuah tas mewah ambil saja contoh tas kulit ular dibuat, sudah pasti dari seekor ular, namun bagaimana ular yang ganas dan buas bisa dijadikan atas? Mari kita lihat urut urutannya di postingan ini
Vay Nhanh Fast Money. Di tangan sekelompok pemuda di Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari, Jember, Jawa Timur, kulit ular yang biasa tak bermanfaat diubah menjadi karya kerajinan tangan tas dan dompet yang unik dan penuh artistik. Seperti diketahui, hewan ular selama ini menjadi sesuatu yang menjadi hal yang ditakuti warga. Bahkan, terlebih pada saat pergantian musim kemarau menuju musim penghujan dan sempat menjadi teror warga di sejumlah wilayah di Kota Jember, Jawa Timur. Tekstur kulit ular yang lentur sehingga mudah sekali dibentuk. Untuk lebih menambah nilai artisitik, para pemesan dapat membuat sendiri desain tas atau dompet dengan berbagai pernik dan manik-manik. Selain bentuk dan tekstur yang unik, kulit ular mempunyai kekuatan dalam hal keawetan bahan dibanding dengan kulit domba maupun sapi. Untuk bahan kulit ular, perajin mendatangkan dari Kalimantan, Bali, maupun Sulawesi yang dipesan dari pembudidaya ular. Harga tas dan dompet kulit ular berkisar Rp350 ribu hingga Rp1 juta. Pemasarannya pun merambah pasar nasional seluruh Indonesia.
Siapa yang tidak tahu dan tidak tergoda dengan tas dan aksesoris yang terbuat dari kulit ular yang memiliki corak dan motif yang khas dan tampilanya yang bekelas membuat siapapun ingin memilikinya. Namun, tidak semua mampu untuk membelinya karena harganya yang lumayan harus menguras dompet. Hal ini dikarenakan tas dan aksesoris tersebut memiliki proses yang panjang untuk menjadi sebuah tas dan aksesoris nan cantik. Ular merupakan reptile yang mungkin bagi sebagian orang dianggap satwa yang menakutkan, namun bagi sebaian orang justru memiliki nilai estetis dan ekonomis untuk dikembangkan menjadi aksesoris mewah. Saat ini terdapat beberapa industri telah mengerjakan pembuatan tas dan aksesoris dari kulit ular maupun reptile lainnya, seperti buaya dan biawak dari hulu hingga hilir. Proses ini dimulai dari penangkaran ular atau reptil lainnya secara mandiri, bahkan ada beberapa yang langsung berburu di alam. Membuat produk jadi dari kulit ular, dimulai dari tahap penyamakan. Penyamakan adalah pengolahan kulit mentah menjadi bahan baku untuk berbagai keperluan, seperti tas, jaket, ikat pinggang, topi, jok dan sebagainya. Proses penyamakan kulit ular setelah proses pengambilan kulit dari tubuh ular dilakukan beberapa tahapan*, antara lain a Perendaman merendam kulit dengan air agar bisa dibersihkan dari debu, pasir, darah, sisa daging dan lemak dengan memberikan garam agar kulit tidak membusuk dan terhindar dari kerusakan; b Proses buang bulu pembuangan bulu atau sisik yang kasar menggunakan campuran kapur dan natrium sulfida Zn; c Proses flesing pemisahan daging-daging yang tersisa menggunakan mesin fleasing atau manual; d Proses buang kapur menggunakan Za dan cuka bertujuan agar sisa bakteri dan sisa Zn dan kapur hilang; e Proses pengasaman/picle menggunakan obat pengasaman berupa cuka dan suapel ditambah bahan pengawet berupa croom bertujuan agar kulit tahan terhadap bakteri; f Proses pengeringan, kulit dijemur atau dioven setengah kering bertujuan agar proses seving penipisan oleh mesin sesuai ukuran mudah dilakukan; Sebelum proses pengecatan warna kulit asli biasanya akan dikilapkan dengan pernis, atau bisa juga dibiarkan seperti kulit aslinya, setelah itu ke tahap selanjutnya pewarnaan; g Proses pewarnaan/celup, pemberian warna sesuai kebutuhan dan selanjutnya pengecetan. Setelah seluruh bahan selesai dibuat, selanjutnya dirangkai di ruang produksi. Disinilah proses pemolesan akhir dilakukan agar diperoleh berbagai jenis tas dan aksesoris yang berkualitas. Desain pun disesuaikan dengan perkembangan mode yang terbaru atau sesuai pesanan, sehingga siap pajang dan siap diburu konsumen.
proses pembuatan tas kulit ular